Lokakarya Tentang Pengelolaan Daerah Perikanan, Teluk Mayalibit

Pada tanggal 29 september 2016 , BLUD UPTD Raja Ampat tim Ekonomi Penjangkauan mengambil bagian dari lokakarya mengenai penyelesaian pengelolaan daerah perikanan di teluk mayalibit. Mitra yang terlibat dalam hal ini antara lain blud uptd, ci , kepala kampung dan para tokoh adat. Secara keseluruhan, yang hadir pada acara tersebut sekitar 50 orang.

Alasan diadakannya sebuah lokakarya adalah karena konflik mengenai batas pengelolaan sumber daya laut antara satu kampung dengan kampung lainnya di daerah teluk mayalibit. tidak hanya batas di antara kampung tidak jelas, tetapi nelayan dari luar juga ketika masuk ke dalam teluk hanya dengan izin dari kepala kampung tertentu, hal itu sangat mengganggu kedamaian di antara masyarakat kampung.

Setelah membahas dengan kepala BLUD UPTD dan CI, diputuskan bahwa sebuah lokakarya ini diperlukan untuk menjelaskan pengelolaan perikanan wilayah teluk dan belajar membaca peta. Tujuan workshop adalah untuk mensosialisasikan, menjelaskan dan melatih masyarakat untuk pemetaan zona perikanan di teluk mayalibit. Tim berhasil menentukan batas pengelolaan antara satu kampung dengan kampung lainnya di teluk mayalibit, dan juga dibuat beberapa aturan dan sanksi. Pembangunan tersebut semuanya berkoordinasi dan disetujui oleh masing masing kepala kampung dan tokoh adat. Selain itu, tim mengembangkan sebuah rencana strategis untuk tim patroli di daerah teluk mayalibit agar patroli lebih maksimal dan lebih efisien.