Peluncuran Blue Abadi Fund di the Economist World Ocean Summit, Bali

Pada tanggal 24 Februari 2017, Conservation International, The Nature Conservancy, World Wildlife Fund dan Pemerintah Indonesia meluncurkan salah satu trust konservasi laut terbesar di dunia - Blue Abadi Fund. Pada konferensi ‘World Ocean Summit’ di Bali, mereka mengumumkan dana sebesar US $ 23 juta untuk Blue Abadi Fund - sebuah mekanisme yang dirancang secara unik untuk memberdayakan masyarakat lokal dalam menjaga perlindungan terumbu karang yang paling keanekaragaman hayati di dunia, Bentang Laut Kepala Burung di Papua Barat.

Blue Abadi Fund akan memberikan hibah kepada masyarakat dan organisasi lokal untuk mengelola sumber daya laut mereka secara berkelanjutan ke depan. Dana tersebut menghubungkan Pemerintah Indonesia dengan berbagai donor untuk memastikan keuangan keberlanjutan jangka panjang untuk Kegiatan Konservasi Bentang Laut Kepala Burung dan merupakan contoh kuat bagaimana menciptakan hubungan antara pemimpin lokal dan dukungan keuangan global dapat memberikan tujuan konservasi yang berkelanjutan. Beberapa anggota pendiri Blue Abadi Fund termasuk Walton Family Foundation, USAID, MacArthur Foundation, Global Environment Facility, Conservation International, World Wild Fund dan lain-lain.

Terletak di Papua Barat, Bentang Laut Kepala Burung adalah pusat global keanekaragaman hayati laut, yang mencakup lebih dari 2,500 pulau dan terumbu karang dan mendukung lebih dari 1,700 spesies ikan karang dan 600 spesies karang, yang banyak endemis di wilayah ini.

Atas komitmen Jaringan KKP Bentang Laut Kepala Burung dan Blue Abadi Fund, pemerintah Papua Barat telah memberikan kontribusi tahunan minimum sebesar Rp. 7.215.000.000 (US $ 555.000), untuk menuju pengelolaan jaringan KKL mulai tahun 2018. Bersama dengan alokasi pemerintah nasional dan pendapatan pengguna jasa pariwisata, ini akan memberikan anggaran yang masuk akal untuk menutupi biaya KKL dan inisiatif konservasi di Propinsi Papua Barat.