Penemuan Paus yang terdampar dan mati di kampung wawiyai

Tanggal 21 Maret 2020 tim telah melakukan pengamatan kedua (pengamatan pertama tgl 19/03/2020), Paus masih hidup. Memang tidak dilakukan penanganan apa-apa berdasarkan justifikasi dokter bahwa Paus sakit, dan mencari tempat tenang untuk beristirahat menyembuhkan diri sebagaimana perilaku/insting Paus pada umumnya. Pukul 15.30 tim tinggalkan Paus dalam keadan hidup dan ke kampung Wawiyai untuk sosialisasi sekaligus meminta agar Paus tidak diganggu. Pukul 16.30 kembali ke Waisai. Tiba di Waisai, saya mendapat telp pukul 17.42 bahwa Paus mati. Hari/tgl: 22 Maret 2020 Tim tiba di lokasi dengan dipandu oleh masyarakat kampung (Bpk Bram Mambrasar) Kondisi lokasi: subtrat berlumpur, air surut, ketinggian air kira2 40cm Kondisi Paus miring ke kanan, bagian depan menghadap mangrove, lubang sembur berada di atas permukaan air Paus tersebut telah mati, kulit sudah terkupas dan mengeluarkan minyak serta bau Ekor Paus telah diikat dengan tali dan diletakkan bouy oleh masyarakat Informasi Paus 1. Panjang Paus 12,2 m 2. Lingkar Perut 5 m 3. Panjang sirip depan 1,5 m 4. Sirip Belakang 66 cm 5. Lebar Ekor 3,5 m