KKPD Selat Dampier


KKPD Selat Dampier secara geografis terdiri dari 3 bagian yaitu pesisir Pulau Gam dan Mansuar, pesisir Pulau Batanta dan Pesisir Pulau Salawati, dengan luas 336.000 Ha. KKPD Selat Dampier merupakan tempat hidup berbagai ikan-ikan besar seperti hiu, cakalang, tuna, kakap, kerapu, bubara dan barakuda. Juga tempat tinggal dan tempat singgah mamalia laut seperti paus, lumba-lumba dan duyung. Di Selat Dampier juga sangat terkenal dengan tempat berkumpulnya pari manta. Tak kalah hebat, Selat Dampier memiliki terumbu karang yang tinggi keanekaragamannya yang ada di Raja Ampat. Arus dari Samudera Pasifik yang kuat, serta arus dari laut dalam membawa banyak nutrisi untuk hewan-hewan laut dan karang di Selat Dampier.

Dengan potensi bawah laut yang luar biasa dan lokasi yang dekat dengan ibu kota Kabupaten Raja Ampat, Pemda Raja Ampat menetapkan Selat Dampier sebagai lokasi utama pariwisata bahari. Enam kampung di Selat Dampier, yaitu kampung Sawinggrai, Arborek, Sawandarek, Yenbuba, Yenwaupnor dan Arefi, telah ditetapkan sebagai kampung Wisata. Pengalaman berinteraksi dengan masyarakat Raja Ampat, tarian tradisional, pengamatan burung Cendrawasih, dan kayakking, bisa dirasakan di kampung Wisata ini. Sampai Juni 2013, terdapat 9 resort selam yang dikelola oleh pengusaha asing maupun lokal yang letaknya berada di dalam dan perbatasan KKPD ini, bersama dengan kurang lebih 40 homestay yang dijalankan oleh penduduk. Aktivitas wisata yang saat ini berjalan di Selat Dampier, memberikan contoh nyata kepada banyak pihak bahwa konservasi juga bisa memberikan keuntungan ekonomi kepada masyarakat melalui pariwisata.