KKPD Ayau Asia


KKPD Ayau Asia terletak dibagian paling utara Kabupaten Raja Ampat dengan luas wilayah 101.440 Ha. KKPD Ayau Asia terbentuk dari gugusan terumbu karang Tepi dan Atol yang mengelilingi pulau-pulaunya. Ayau diketahui sebagai daerah peneluran ikan Kerapu terbesar di Bagian Timur Indonesia dan memasok benih ikan Kerapu ke perairan Maluku, Halmahera dan sebagian besar kawasan Bentang Laut Kepala Burung Papua. Ayau juga memiliki pantai peneluran Penyu Hijau dan Sisik, yaitu di Pantai Mof. Lumba lumba hidung botol, Lumba lumba Spinner dan Paus Sperma juga bisa ditemukan di Ayau. Pada tahun 2015, spesies ikan baru ditemukan oleh peneliti dan dinamai Cirrhilabrus marinda untuk menghargai jasa-jasa pasangan Bupati Markus Wanma dan Wakil Bupati Inda Arfan yang dikenal dengan 'Marinda'.

Wialayah KKPD Ayau Asia meliputi dua Distrik, yaitu Distrik Ayau dan Distrik Kepulauan Ayau, dimana terdapat 9 kampung dengan total populasi 2.145 penduduk. Berdasarkan sejarahnya, penduduk di KKPD Ayau Asia berasal dari Suku Biak, sub suku Wardo dan Usba. Sebagian besar masyarakat di KKPD Ayau Asia menggantungkan hidupnya pada hasil laut, yaitu Kerapu, Napoleon dan ikan karang lainnya. Ayau menjadi daerah penghasil Kerapu terbesar di Raja Ampat. Pada era 1990an, kapal- kapal dari Hongkong datang ke Ayau untuk membeli Kerapu hidup dari masyarakat untuk langsung dieksport. Pada musim tertentu di perairan KKPD Ayau terdapat jenis cacing laut yang hanya bisa ditemukan di Ayau Asia. Masyarakat menyebut cacing ini insonem. Insonem biasa dikonsumsi atau dijual untuk menambah penghasilan masyarakat.

Eksploitasi sumber daya perikanan yang intensif di Ayau, menyebabkan penurunan stok ikan. Penggunaan potassium untuk penangkapan ikan, juga memberikan kontribusi terhadap kerusakan terumbu karang yang menjadi rumah ikan.  Masyarakat mulai mengeluhkan hasil tangkapan ikan yang makin berkurang dan lokasi mencari yang semakin jauh. Secara turun temurun, masyarakat di Ayau Asia juga menjalankan sistem sasi. Di Ayau Asia, masyarakat memiliki 2 sistem sasi yaitu sasi marga dan sasi Gereja.

Dengan pendampingan dari Pemda Raja Ampat dan LSM, pada tahun 2007, masyarakat di Ayau Asia mendeklarasikan pembentukan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Ayau Asia, yang diperkuat dengan Peraturan Bupati (Perbup) No. 66 tahun 2007 dan Peraturan Daerah (Perda) Raja Ampat Nomor 27 tahun 2008. Keinginan masyarakat di wilayah ini untuk bisa mengembalikan kondisi perikanan seperti dahulu, terus memotivasi mereka agar dapat mengelola laut dengan baik. KKPD Ayau Asia kini telah memiliki tim Patroli Masyarakat dan sistem zonasi KKPD yang menjamin keberlanjutan stok ikan untuk masyarakat Ayau Asia.