SAP Waigeo Sebelah Barat


Suaka Alam Perairan (SAP) Waigeo Sebelah Barat terdiri dari kepulauan Wayag dan Sayang Piai, yang terletak di barat laut Raja Ampat, serta berbatasan dengan laut Halmahera. Luas SAP Waigeo Sebelah Barat adalah 271.630 Ha. Pengelolaan SAP Waigeo Sebelah Barat di lakukan secara kolaboratif antara Satuan Kerja KKPN Raja Ampat dan UPTD KKP Raja Ampat. Secara administratif Kepulauan Wayag berada di Distrik Waigeo Barat. Kawasan ini adalah pulau-pulau kosong dan tidak ada penduduknya, namun secara adat kawasan ini menjadi wilayah petuanan masyarakat Sub suku Kawe yang tinggal di kampung Salio dan Selpele. 

Pulau Wayag di SAP Waigeo Sebelah Barat terkenal dengan keindahan pemandangan pulau-pulau karst yang menjadi incaran para turis yang datang; bahkan ada istilah yang menyatakan “belum ke Raja Ampat, jika belum ke puncak Wayag”. SAP Waigeo Sebelah Barat menjadi habitat bagi biota laut seperti hiu, manta, tenggiri, kerapu, terumbu karang dan lokasi tempat bermigrasi paus dan lumba lumba. Kepulauan Wayag juga menjadi habitat bagi teripang, lobster dan lola yang memiliki nilai ekonomis penting. Pulau Sayang dan Piai, di SAP Waigeo Sebelah Barat merupakan lokasi peneluran penyu yang sangat penting untuk dijaga.

Sebelum diberlakukan menjadi sebuah kawasan konservasi perairan, kawasan Wayag, Sayang dan Piai telah menjadi tempat mencari hidup bagi masyarakat Raja Ampat maupun Halmahera. Pengambilan teripang, lobster, Kerapu, sirip hiu, penyu dan kepiting kenari, serta pemanfaatan lahan untuk perkebunan kelapa merupakan bagian dari aktivitas masyarakat disekitar kawasan ini. Keindahan SAP Waigeo Sebelah Barat terancam dengan adanya penangkapan ikan skala besar oleh nelayan luar Raja Ampat, penggunaan bom dan potasium sebagai alat tangkap, perburuan sirip hiu, perburuan daging dan telur penyu, serta pencemaran oleh limbah tambang. 

Awalnya Kawasan ini ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah melalui Peraturan Bupati (Perbup) Raja Ampat No. 66 Tahun 2007, dan diperkuat dengan Peraturan Daerah (Perda) Raja Ampat No. 27 Tahun 2008. Pada Tahun 2009, oleh Pemerintah Pusat kawasan ini ditetapkan menjadi Kawasan Konservasi Perairan Nasional dengan status Suaka Alam Perairan (SAP) Waigeo Sebelah Barat, melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 65 Tahun 2009.