KKPD Misool


Misool merupakan Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) yang terbesar dan terletak paling selatan dari Jejaring KKP Raja Ampat dan di dalam kawasan Segitiga Terumbu Karang – pusat keanekaragaman hayati laut dunia. KKPD ini terbentang seluas 366.000 hektar, meliputi  gugusan pulau-pulau yang tersusun dari batuan kapur kuno dengan mosaik terusan dan danau air asin yang masih terjaga. Penyu-penyu Belimbing memakan spon di dalam KKPD dan bertelur di pantai berpasir, dan kumpulan Pari Manta dapat dijumpai di rataan terumbu karang. Di bagian daratnya terdapat gua keramat dan seni bebatuan kuno peninggalan budaya lokal. KKPD Misool juga terletak berdekatan dengan hutan lindung yang luas yang meliputi bagian selatan pulau Misool, atau yang dikenal dengan nama Batanme.

KKPD Misool menyediakan makanan dan mata pencaharian bagi 5000 orang yang tinggal di 13 desa yang tersebar di seluruh wilayah ini. Kebanyakan penduduk memperoleh pendapatan dari menangkap ikan atau bekerja di perusahaan Yellu Mutiara atau Misool EcoResort. Akan tetapi saat ini, sumberdaya yang menjadi tumpuan hidup mereka tengah menghadapi ancaman. Kegiatan perikanan ilegal, merusak dan tidak lestari terus melemahkan kawasan konservasi dan penegakan hukumnya. Karena lokasinya yang terpencil, ancaman tersebut merupakan sebuah tantangan yang berkelanjutan.

Inisiatif tindakan masyarakat setempat membuat sebuah perubahan di Misool. Kepemilikan yang kuat terhadap tanah dan laut masih kukuh dan banyak desa yang telah  menghidupkan kembali praktek pengelolaan lokal “Sasi” (penutupan wilayah penangkapan untuk sementara) untuk mengatur jenis-jenis ikan dan invertebrata penting, atau daerah tangkapan. Masyarakat juga telah mengidentifikasi 10 Daerah Larang Tangkap dalam KKPD yang meliputi habitat terumbu karang, mangrove dan padang lamun, yang ingin mereka tetapkan dan dilindungi secara aktif.