9 Orang Warga Raja Ampat Dilatih Untuk Lindungi Manta


Pelatihan yang digelar Rabu (1/2/2017) di ruang pertemuan Balai Kampung Arborek, Distrik Meosmanswar, Kab. Raja Ampat ini diberikan aturan-aturan wisata manta yang ramah lingkungan. Hal ini dikarenakan banyak wisatawan yang melakukan tindakan yang membahayakan manta seperti menyentuh dan mengejar manta.

Pemerintah Raja Ampat bersama BLUD UPTD, Dinas Pariwisata, Dinas Kelautan dan Perikanan serta stakeholder lainnya, seperti Conservation International (CI), resort dan club diving berinisiasi untuk melindungi manta dengan menghadirkan kelompok kerja (pokja) manta dengan lokasi pos pengawasannya bertempat di Arborek pada bulan Februari 2016.

Sembilan orang kader yang terdiri dari empat kampung yaitu Arborek, Kurkapa, Sawinggrai dan Kapisawar, Distrik Meosmanswar, Kab. Raja Ampat dilatih untuk menjaga dan melindungi Manta (Ikan Pari). Keberadaan pokja manta dengan 9 kader dan pos pengawasannya merupakan tindak lanjut dari penerapan Perda tentang larangan penangkapan pari manta di Raja Ampat. Diharapkan dengan adanya aturan untuk melindungi populasi manta ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan para wisatawan.

Menurut Wakil Bupati Raja Ampat, Manuel Urbinas mengatakan bahwa perlu adanya penetapan dan penerapan SOP yang jelas, peraturan yang tegas dan tenaga lapangan yang memiliki keahlian yang memadai dan mampu menjaga kualitas lingkungan.